Bahaya Tayangan Kekerasan Untuk Anak

Akar info - Bahaya Tayangan Kekerasan untuk Anak

Perilaku anak

mengalami perubahan seiring dengan perkembangannya. Sedikit banyak perilaku yang dimunculkan merupakan bentukan dari lingkungan sekitar dimana mereka tinggal. Artinya setiap perilaku atau peristiwa yang dilihat oleh anak-anak akan ditiru tanpa memikirkan dampak baik dan tidaknya terhadap perkembangan mereka. Lingkungan tersebut tidak hanya terbatas pada teman sepermainan atau tempat tinggal saja, melainkan juga tayangan-tayangan audio visual seperti televisi yang menayangkan bentuk kekerasan. Seperti yang kita ketahui, tidak sedikit station televisi yang menayangkan program-program yang berbau krim*nalitas. Misalnya berita-berita tentang krim*nalitas yang jam-jam tayangnya berbarengan dengan jam-jam dimana anak-anak berada dirumah.

Bukan suatu kesalahan jika setiap hari dari sekian banyaknya station televisi yang ada menyajikan program berita. Justru berita yang disajikan akan menambah informasi terkait dengan apa yang terjadi baru-baru ini. Hanya saja tayangan berita yang sifatnya keker*san, ditayangkan dengan begitu jelas, misalnya tawuran antar pelajar dan bentrok antar warga yang penayangan kejadiannya sangat jelas sekali. Jika tayangan-tayangan seperti itu dikonsumsi oleh anak-anak bukan tidak mungkin lagi perilaku-perilaku tersebut akan ditiru oleh mereka, seperti apa yang pernah disampaikan oleh pengamat anak yaitu kak Seto Mulyadi, bahwa anak-anak merupakan aktor terhebat dalam meniru perilaku orang lain.

Selain tayangan berita-berita kirm*nal yang mempengaruhi perkembangan anak, tayangan-tayangan atau film-film yang sifatnya keker*san juga berbahaya bagi perkembangan anak untuk kedepannya. Jika hal tersebut tidak diantisipasi sejak dini, maka bukan tidak mungkin lagi perkembangan anak akan terganggu. Contoh dampak yang signifikan dari tayangan yang sifatnya mengandung keker*san terhadap perilaku anak bisa terlihat dari pola perilaku anak-anak sekarang ini, dimana tidak sedikit dari anak-anak sekarang yang kesehariannya hobi sekali dengan berant*m baik itu di sekolah atau pun di luar sekolah. Jika hal ini dibiarkan berlarut-berlarut maka setelah menginjak masa remaja, perilaku anak akan bertambah parah seperti halnya perilaku t*wuran dikalangan pelajar.
Akar info - Bahaya Tayangan Kekerasan untuk Anak


Sangat memperihatinkan memang, dimana generasi-generasi penerus tongkat ekstafet bangsa dididik berperilaku ker*s oleh tayangan-tayangan yang sifatnya berbau krim*nalitas. Hal semacam ini justru akan sangat merugikan sekali terhadap perkembangan bangsa untuk kedepannya. Melihat permasalahan seperti ini, orang tua dituntut untuk berperan aktif dalam mengawasi anak-anak mereka. Berperan aktif dalam pengawasan disini artinya memilihkan program dimana yang tayangannya terbilang pantas untuk dikonsumsi oleh anak-anak, dan mendampingi anak saat menonton telivisi serta memberikan penjelasan terkait dengan perilaku yang pantas dan tidaknya untuk ditiru. Namun demikian, pengawasan yang dilakukan oleh orang tua tidak akan berjalan efektif dalam usaha mencegah perilaku distorsi pada anak. Karena tidak sedikit dari orang tua yang waktunya lebih banyak dihabiskan di luar rumah, sehingga pengawasan yang diberikan kurang maksimal. Jadi dibutuhkan pula kerjasama dengan pihak-pihak yang menayangkan program-program yang sifatnya kek*rasan untuk tidak menayangkan program-program tersebut pada jam-jam dimana anank-anak biasa menonton telivisi dan tidak memperjelas dalam menayangkan hal-hal yang terkait dengan kek*rasan misalnya tawuran antar pelajar dan bentrok antar warga. Jika hal ini diimplementasikan baik oleh orang tua dan juga pihak-pihak yang menayangkan program telivisi, bukan tidak mungkin lagi perkembangan anak akan terbebas dari yang namanya kek*rasan dan sikap preman*sme.

[baca juga: Virus Premanisme Dalam Dunia Pendidikan]

0 komentar