Bhinneka Tunggal Ika Dipecah Oleh Konflik Berkepanjangan

Akar info - Bhinneka Tunggal Ika Dipecah Oleh Konflik Berkepanjangan

Bangsa ini seakan-akan tidak pernah bisa lepas dari jerat konflik

dimana konflik-konflik tersebut seakan sudah menjelma menjadi invetaris Negara. Lihat saja, dari dulu sampai sekarang bangsa ini masih saja menyajikan konflik-konflik sosial yang berkepanjangan seperti drama sinetron yang tidak pernah kehabisan episode. Dari mulai konflik yang berbau Sara sampai Politik masih saja menjadi tontonan yang sejatinya sudah sangat membosankan bagi rakyat Indonesia. Bahkan ironisnya lagi, ada saja konflik Sara yang dikorelasikan dengan konflik politik seperti yang terjadi baru-baru ini. Dimana salah satu cagub DKI, disinyalir telah melakukan penistaan agama dengan melecehkan ayat suci Al-qur'an.

[baca juga: Konflik Dalam Pilkada]

Pada dasarnya, bangsa ini dibangun oleh beragam perbedaan yang terikat dalam kesucian Bhinneka Tunggal Ika bukan oleh satu kelompok saja. Jadi, jika dari beragam perbedaan tersebut dijadikan ajang untuk memunculkan konflik, bukan tidak mungkin lagi bangsa ini akan pecah dan hanya akan tinggal nama saja. Dalam konteks teori, konflik itu ada dua. Ada yang sifatnya by design dan ada yang sifatnya nature. Konflik yang sifatnya nature atau alami mungkin masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Akan tetapi konflik yang sifatnya by design sangat sulit untuk diselesaikan jika “pembuat” konflik ini tidak langsung ditangani.

Dalam upaya menyelesaikan konflik sosial seharusnya tidak hanya dilakukan saat konflik itu terjadi saja, melainkan juga harus dilakukan sebelum dan sesudah konflik itu terjadi. Artinya, penyelesaian yang dilakukan tidak hanya sebatas meredam konflik pada saat kejadian, melainkan juga dilakukan tindakan preventif dengan cara mencari akar permasalahannya, agar nantinya konflik tersebut tidak terjadi lagi.

Disadari atau tidak, subjek dan objek dari konflik tersebut adalah orang-orang miskin. Sebagaimana yang kita ketahui, dimana orang-orang miskin sangat mudah sekali untuk diprofokasi. Oleh karena itu, perlu sekali bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan rakyatnnya agar tidak ada lagi yang terintervensi untuk melakukan konflik. Dengan begitu penyelesaian konflik yang berkepanjangan ini akan berjalan efektif sehingga persatuan bangsa ini tidak akan terpecah oleh konflik-konflik berkepanjangan yang membosankan.

0 komentar