Dunia Kopi


Kopi....

Mungkin kata kopi untuk kebanyakan orang sudah tidak asing lagi. Baik dari kalangan menengah ke atas, maupun kalangan menengah ke bawah. Dari background caffee mewah, sampai dengan warung pinggiran pun juga menawarkan sajian kopi hangat atau pun dingin. Bagi sebagian banyak penikmat kopi, terdapat rasa tersendiri saat mengkonsumsi seduhan biji kopi tersebut.

Beberapa kalangan penikmat kopi, meyakini bahwa kopi tidak hanya sekedar seduhan biji kopi yang dihaluskan, melaikan juga sebagai salah satu cara untuk menambah informasi dan sahabat. Dengan kehangatan kopi kita bisa mendapatkan teman baru, dan dari secangkir kopi, kita bisa mendapatkan informasi baru. Selain itu, masih banyak manfaat lain yang dirasakan oleh penikmat kopi seperti untuk kesehatan atau pun mengembalikan stamina yang terkuras karena kesibukan kerja.

[ baca juga: power of coffe nap ]


SEJARAH KOPI

penemuan kopi di Affrika

Pada mulanya, penemuan biji kopi berasal dari Benua Affrika, pada tahun 800 SM, namun ada pula pendapat lain yang menyebutkan bahwa era penemuannya pada tahun 850 M. Dimana pada saat itu banyak orang yang mengkonsumsi biji kopi dengan mencampur lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energy tubuh. Awal mula penemuannya terjadi secara tidak sengaja, dimana seorang abyssinia pengembala kambing bernama Khalid, mengamati kawanan kambingnya yang tetap terjaga sampai matahari sudah terbenam, setelah kawanan kambing tersebut memakan sejenis buah beri. Dan dia pun mencoba memasak dan mengkonsumsinya. Kebiasaan ini terus berlanjut dan berkembang ke berbagai negara di affrika dengan metode penyajian konvensional yang masih umum dilakukan pada saat itu. Kemudian beberapa ratus tahun berikutnya, biji kopi tersebut dibawa melewati laut merah dan tiba di Arab dengan metode penyajian yang lebih modern.

perjalanan kopi di Arab

Metode penyajian kopi di Arab lebih modern dari pada metode yang digunakan orang Affrika. Karena pada saat itu, peradaban bangsa Arab lebih maju dari pada bangsa Affrika. Di Arab, biji kopi tidak hanya dimasak saja, melainkan juga direbus untuk diambil sarinya. Pada abad ke-13, Ummat Muslim mengkonsumsi kopi untuk menambah energy saat melakukan ibadah di malam hari. Pada masa itu, budidaya tanaman kopi tidak sampai keluar Arab, mengingat bangsa Arab selalu mengekspor biji kopi infertil yang sudah dimasak dan mengeringkannya terlebih dahulu. Hingga pada masanya datang peziarah India bernama Baba Budan yang berhasil membawa biji kopi fertil keluar dari Mekkah dan membudidayakannya di berbagai daerah di luar Arab.

kopi sampai di pasar Eropa

Pada tahu 1615, dengan resmi biji kopi dibawa masuk oleh saudagar Venesia, yang dia dapatkan dari orang Turki. Akan tetapi jumlahnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa. Oleh karena itu, orang Eropa berupaya untuk membudidayakan tenaman kopi tersebut. Dimana salah satu negara Eropa yang pertama kali membudidayakan tanaman kopi adalah Belanda, pada tahun 1616. Dan kemudian biji kopi di bawa ke pulau Jawa di Indonesia, yang pada saat itu masih  berstatus negara jajahan kolonial belanda.

keberadaan kopi di Indonesia

Pada tahun 2011, Indonesia menjadi salah satu negara penghasil biji kopi terbesar di dunia setelah Brazil dan Vietnam. Indonesia memiliki hamparan alam dengan karakter berbeda, sehingga mampu menghasilkan beragam biji kopi dengan kualitas dan citarasa yang beragam. Salah satu jenis kopi andalan Indonesia yang sudah dikenal di luar negeri adalah kopi Luwak.


JENIS KOPI DI INDONESIA

kopi Aceh Gayo

Kopi Aceh atau biasa dikenal dengan kopi Gayo Aceh yang identik dengan kopi Arabica. Jenis kopi diperkirakan masuk ke Indonesia sejak tahun 1918. Kopi gayo memiliki citarasa yang gurih dan ketajaman aroma yang khas, serta memiliki tingkat keasaman yang rendah.

kopi Bengkulu

Kopi Bengkulu identik dengan jenis kopi robusta dengan ciri khas rasa pahit yang ampasnya relatif sedikit. Rasa pahit itulah yang menjadikan kopi Bengkulu sabagai pilihan yang tepat untuk penikmat kopi pahit.

kopi Toraja

Kopi Toraja sedikit hampir mirip dengan kopi Bengkulu, sama-sama memiliki ciri khas rasa yang pahit. Namun demikian, tekstur rasa kopi Toraja sedikit padat dan memiliki rasa rempah yang lekat pada kopi ini. Dan rasa pahitnya tidak bertahan lama di lidah.

kopi Wamena

Kopi Wamena atau kopi Kintamani (sebutan populer untuk kopi Bali), memiliki ciri khas rasa yang manis jika dibandingkan dengan deretan jenis kopi di Indonesia. Selain rasanya yang manis, kopi Wamena dikenal sebagai kopi dengan tingkat keasaman yang tinggi dibandingkan yang lainnya.

Selain jenis-jenis kopi yang disebutkan di atas. Masih banyak jenis kopi lainnya di Indonesia yang tidak semuanya bisa saya sebutkan. So, masih ragukah kita dengan kekayaan alam Negeri sendiri ???? n_n. Semoga tulisan ini membantu menambah wawasan kita perihal dunia kopi.

Salam,
Penikmat kopi hitam

0 komentar