Kenapa Harus Agama

Akar Info : Kenapa Harus Agama

Berita perihal kejadian-kejadian kontroversial yang mengatasnamakan Agama, tidak pernah surut sampai dengan saat ini. Dari yang praktek penipuan berkedok penyembuhan dengan metode agama, sampai dengan praktek penggandaan uang yang beritanya saat ini lagi hangat-hangatnya di Kabupaten Probolinggo. Tentunya, dari kejadian-kejadian tersebut, akan banyak memunculkan opini dan pertanyaan-pertanyaan perihal agama. Seperti, apa yang salah dengan agama ?, dan kenapa harus agama?.

Secara definisi, agama merupakan arsip terorganisir dari sebuah kepercayaan, budaya, dan penghubung antara manusia dengan tantanan kehidupan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan). Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran akan keterbatasannya menjadikan manusia yakin bahwa ada sesuatu yang luar biasa di luar dirinya. Keyakinan tersebut membawa manusia untuk melakukan pendekatan diri dengan Tuhan dengan cara penghambaan diri. Jadi, dalam pengertian agama terdapat 3 (tiga) unsur, yaitu manusia, penghambaan, dan Tuhan.

Berangkat dari definisi di atas, tentunya bisa ditarik kesimpulan bahwa kenapa harus agama yang dijadikan kedok oleh oknum-oknum tertentu. Hal tersebut dikarenakan adanya kekuatan kepercayaan terhadap agama yang mendorong masyarakat untuk percaya kepada oknum-oknum yang menggunakan metode agama dalam melakukan aksinya. Satu contoh yang masih hangat diberitakan saat ini di Kabupaten Probolinggo. Dimana sosok Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yang dipercaya oleh pengikutnya mampu menggandakan uang ribuan bahkan ratusan juta. Metode yang digunakannya pun menggunakan metode agama, seperti misal, istighasah, pengajian, shalawatan, dll.

Menurut Leight, Keller dan Calhoun, Kepercayaan agama merupakan prinsip yang dianggap benar tanpa keraguan lagi. Kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap agama itu lah yang dijadikan kesempatan oleh oknum-oknum tertentu untuk memperlancar aksinya. Selain memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap agama. Oknum tertentu juga memanfaatkan sifat rakus dan tidak pernah merasa puas, yang dimiliki oleh manusia.

Sudah menjadi sifat dasar manusia sebagai makhluk yang rakus dan tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Manusia akan lebih memilih untuk memuaskan keinginannya dengan cara instan, tanpa harus bekerja keras dengan mandi keringat. Jadi, pada intinya. tidak ada yang salah dengan agama, hanya ketamakan manusia dalam hidup yang menutup pemikiran rasional mereka.

0 komentar