Test Adaptif Terkomputerisasi

Akar info - Test Adaptif Terkomputerisasi

Solusi Cerdas untuk Test yang efisien, menyenangkan, akurat, dan bebas dari kecurangan.

Computerized Adaptive Testing (CAT) adalah teknologi terbaru yang merupakan perubahan revolusioner dalam pengembangan test berbasis psikometrik yang modern, bahkan William Revelle menyebutnya sebagai The New Psychometric. Pada pelaksanaan Test klasikal, peserta test diminta untuk menyelesaikan pertanyaan A sampai dengan Z, dan hasil ujian merupakan total nilai yang didapatkan. Semua peserta tidak perduli memiliki kemampuan yang tinggi atau rendah harus mengerjakan semua soal yang mempunyai tingkat kesulitan tertentu, dapat ditebak hasilnya peserta test yang kemampuan rendah tidak akan mampu menyelesaikan pertanyaan yang tingkat kesulitannya tinggi, begitu juga sebaliknya jika pertanyaannya terlalu mudah dan hampir semua peserta dapat menjawab dengan benar untuk apa dipertanyakan. Sehingga metode ujian seperti ini menjadi tidak efisien. Pengujian adaptif menghindari permasalahan ini dengan memilihkan pertanyaan atau item secara dinamis dari databese pertanyaan yang disebut “bank item” berdasarkan respon/ jawaban dari peserta ujian atau test. Pertanyaan yang diberikan kepada peserta ujian atau test akan dicocokan dengan tingkat kemampuan yang dimiliki para peserta ujian. Tidak mungkin dalam tet yang adaptif pertanyaan atau item dengan taraf kesulitan yang tinggi diberikan pada peserta yang memiliki kemampuan rendah atau sebaliknya.

Kelebihan tes Adaptif

1. Test Adaptif lebih pendek (jumlah soal yang harus dikerjakan lebih sedikit)
Kelebihan terbesar dari penerapan Test adaptif terkomputerisasi/ CAT adalah karena disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta test atau ujian maka waktu penyelesaian test akan lebih cepat dari pengerjaan test yang sebelumnya (bukan CAT), Ada peserta yang diberikan jumlah pertanyaan dalam jumlah banyak, akan tetapi ada juga yang diberikan dalam jumlah sedikit tergantung tingkat kemampuannya. Data menunjukkan bahwa test adaptif terkomputerisasi biasanya waktu yang dibutuhkan 50% lebih cepat daripada test-test standard, sementara hasil yang diperoleh masih mencapai presisi yang tinggi. Di lain sisi menariknya sebagai orang yang lama bergelut di dunia pengelolaan sumber daya manusia lebih tahu bahwa , test yang pendek atau jumlah item yang sedikit dengan waktu yang pendek akan lebih menyenangkan dan tidak “menyiksa” bagi peserta test dan ujian .

2. Test Adaptif lebih akurat
Test yang adaptif lebih tepat dari test yang tradisional dalam membedakan setiap nilai yang didapatkan secara presisi karena skalanya yang interval. Untuk akurasi biasanya yang dianggap patokan adalah Standard error of measurement atau sering disebut dengan “SE”.

3. Test adaptif terkomputerisasi sulit dicurangi atau di “cheating”
Kepada dua peserta test akan diberikan pertanyaan yang tingkat kesulitannya berbeda dan diberikan secara acak dari database dalam jumlah besar. Sulit kejadian untuk dua orang yang sama sekalipun mendapat item yang sama persis. Sehingga kemungkinan untuk mencontek dan melakukan kecurangan lainnya menjadi kecil dalam test ini. Jika terjadi pseudo guessing atau menebak-nebak maka pada test yang adaptif akan diperhitungkan dalam menghitung tingkat kemampuannya.

0 komentar