Virus Premanisme Dalam Dunia Pendidikan

Akar info - Virus Premanisme Dalam Dunia Pendidikan

Demontrasi 

adalah bentuk nyata kekecewaan masyarakat terhadap sistem yang dirasa tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan sebelumnya oleh penggerak sistem itu sendiri yaitu para petinggi-petinggi negara. Setelah reformasi, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hadiah terbesar untuk rakyat di negeri ini setelah terbilang lebih dari tiga puluh tahun suara mereka dibungkam oleh tangan zaman otoritarian orde baru. Sehingga muncul istilah tiada hari tanpa demonstrasi di negeri ini. Disetiap daerah, termasuk kota Malang sendiri tidak jarang mepertontonkan aksi demonstrasi yang bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

Penggerak dari aksi demonstrasi tersebut kebanyakan adalah mahasiswa yang notabene merupakan kaum intelektual, dimana kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sesuai dengan aspirasi mereka, ditanggapi dengan aksi demo sebagaimana yang sering kita lihat baik dari siaran telivisi ataupun secara langsung. Adanya aksi demonstrasi ini membuktikan wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap kemajuan bangsa. Mahasiswa sebagai agent of change memiliki kepenting untuk melakukan perubahan terhadap sistem di dalam pemerintahan yang dirasa kurang mendukung terhadap perkembangan dan nasib bangsa. Jadi, tujuan dari aksi demo itu sendiri adalah untuk mendapatkan perubahan kearah yang lebih baik.

Hanya saja, demontrasi yang ada sekarang lebih banyak diwarnai dengan tindakan yang berbau krim*nal seperti pelemparan batu, botol, bambu, atau benda-benda keras lainnya yang sering kita lihat dilayar televisi. Belum lagi aksi pembakaran ban, bendera, dan atribut-atribut yang kerap membuat lalu lintas menjadi tersendat, sebagaimana yang terlihat disaat demonstrasi itu berlangsung. Pada dasarnya tindakan seperti itu hanya sekedar untuk menarik perhatian berbagai macam kalangan agar aspirasi dari para demonstran bisa sampai kepada pihak yang dituju.

Akar info - Virus Premanisme Dalam Dunia Pendidikan


Sadar atau tidak sadar, tindakan prema**sme di atas hanya akan memunculkan reaksi negatif masyarakat terhadap orang-orang yang melakukan aksi tersebut yaitu para kaum intelektual. Bahkan tindakan tersebut membuat banyak masyarakat berfikir dan menilai mahasiswa sebagai preman sehingga masyarakatpun menjadi antipati terhadap mahasiswa yang melakukan aksi demo. Dengan adanya tindakan tersebut tidak menutup kemungkinan dunia pendidikan sekaran ini telah terjankit virus premanisme. Hal ini sangatlah menghawatirkan melihat dunia pendidikan adalah tempat untuk belajar bukan tempat untuk menjadi jagoan dengan melakukan tindakan yang mengarah pada tindakan preman**me.

Sangat memperihatinkan sekali jika dunia pendidikan harus tercemari oleh virus preman**me seperti yang terjadi sekarang ini. Dunia pendidikan adalah tempat kaum intelektual yang notabene bertindak dengan akal sehat yang pastinya sangat tidak pantas mengadopsi perilaku brutal seperti yang dilakukan oleh para preman. Jika para kaum intelektual sengaja atau tidak sengaja mengadopsi perilaku preman tersebut maka demonstrasi selamanya akan berujung pada tindakan brutal yang pastinya akan merugikan banyak pihak terutama nama baik dunia pendidikan sehingga bukan perubahan ke arah lebih baik yang didapatkan dari aksi demo yang dilakukan melainkan kehancuran bersama. oleh karena itu, mari kita bersama-sama melepaskan dunia pendidikan dari jerat premanisma sehingga tindakan yang dimunculkan sesuai dengan norma-orma yang berlaku yang pada akhirnya aksi demo berakhir dengan damai tanpa anarkis.

0 komentar