Ketika Fungsi HR Dipertanyakan

Akar info - Ketika Fungsi HR Dipertanyakan

Sebagian besar dari kita tentunya sepakat bahwa manusia atau karyawan adalah aset terpenting dalam sebuah organisasi.

Ini ibarat kata “the man behind the gun”, diantara semua infrastruktur dan kelengkapan organisasi yang ada, adalah orang atau karyawan yang paling penting, karena oranglah yang menjalankan semua kelengkapan tersebut. Namun, ironisnya masih terbilang sedikit organisasi yang memfokuskan perhatiannya yang besar pada departemen yang mengurusi masalah orang tersebut, yaitu HRD Department. Dan lebih ironis lagi ketika fungsi HRD dipertanyakan. Tidak sedikit perusahaan yang masih mempertanyakan fungsi HRD dalam struktur organisasinya. Bahkan tidak jarang departement HRD masih dipandang sebelah mata oleh perusahaan atau organisasi.

Sejatinya, HRD memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan strategi perusahaan dalam mencapai apa yang menjadi visi dan misi perusahaan melalui penyediaan, pemeliharaan dan pengembangan SDM yang sesuai kompetensi yang diperlukan. Artinya, HRD diharuskan bertransformasi menjadi mitra bisnis strategis dari top management untuk memastikan strategi SDM yang sesuai, guna mendukung pencapaian tujuan perusahaan yang sudah ditetapkan tersebut.

HRD tidak lagi hanya berkutat pada fungsi administratif yang menangani data kepersonaliaan, atau sekedar pemberian jasa layanan ketenagakerjaan saja. Tapi, seharusnya menempatkan diri pada fungsi strategis sebagai mitra bisnis dan konsultan internal dalam memberikan solusi mengenai permasalahan terkait dengan urusan orang dalam organisasi. Apalagi, saat ini fungsi administratif telah dapat diautomasi oleh teknologi informasi (Human Resources Information System). Untuk itu, para praktisi SDM dituntut memiliki serangkaian kompetensi yang tentunya berbeda dengan kompetensi yang dituntut untuk hanya sekedar fungsi administratif atau pemberi layanan ketenagakerjaan saja.

Salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh praktisi HRD adalah penguasaan dan pemahaman terkait dengan bisnis organisasi, sehingga akan memudahkan dalam menjalankan tugas dan funsinya seperti mengembangkan kompetensi SDM dan memberikan layanan SDM yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Ini tentunya tidak hanya dengan sekedar mengenal rekanan bisnis, owner atau pun stakeholder saja. Melainkan, lebih kepada esensi untuk mengerti karakter bisnis, proses bisnis dan kompetisi yang ada di pasaran, dan kaitannya dengan tuntutan terhadap kompetensi SDM yang dapat menjawab tantangan bisnis dan kompetisi tersebut.

Dengan memiliki pemahaman bisnis, maka praktisi SDM dapat dengan mudah menyusun strategi dan langkah-langkah operasional untuk menarik dan mendapatkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Kemudian, mengembangkan dan memelihara SDM dalam perusahaan dengan baik sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sehingga apa yang menjadi visi dan misi perusahaan akan bisa tercapai sesuai dengan harapan kedepannya. Jadi, akan sangat perlu bagi praktisi SDM untuk memahami pola bisnis di tempat dimana mereka bekerja, agar dapat membuat tools yang berhubungan dengan fungsi dan tugasnya.

Fungsi HRD memang tidak bisa terlepas dari “mengurusi karyawan”, hanya saja cakupannya harus lebih strategis, dengan tujuan memberikan kontribusi yang optimal dalam meningkatkan kualitas, kompetensi dan kinerja SDM yang ada, sehingga dapat mencapai tujuan perusahaaan. Karena mengelola orang akan lebih menantang dari pada sekedar mengelola mesin. Mengelola orang lebih kompleks dari pada hanya sekedar mengelola mesin. Karena sabagaimana yang kita ketahui bersama bahwa mengelola mesin lebih mudah karena ketersediaan sparepart dimana-mana untuk melakukan maintenance. Sedangkan mengelola orang, kita dituntut untuk memahami setiap karakter orang tersebut, agar bisa kita lakukan modifikasi perilaku sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan. Oleh karena, itulah pentingnya bagi prakstisi HRD untuk memahami pergerakan bisnis di tempat dimana dia bekerja, karena dengan begitu tugas dan fungsinya akan berjalan maksimal. Dan tentunya tidak akan ada lagi perusahaan yang akan mempertanyakan funsi HR lagi.

1 komentar