Saatnya yang Muda yang Bicara

Saatnya yang Muda yang Bicara

Usia masih dijadikan indikator 

atau tolak ukur untuk menilai seseorang itu bisa dikatakan dewasa atau belum, oleh sebagian banyak orang. Padahal, tingkat kedewasaan seseorang tidak hanya dinilai dari berapa usianya, melainkan dilihat dari seberapa matangnya dia melihat masalah dan cara penyelesaiaannya. Dengan masih berpegangan pada usia untuk menilai seseorang dewasa atau tidak, tidak sedikit dari yang muda harus dibungkam suaranya, karena masih dinilai belum dewasa dan belum mampu untuk menyampaikan apa yang menjadi hasil kognitifnya. Padahal kita ketahui bersama bahwa yang muda menawarkan perubahan yang baru, bukan stagnanisasi kondisi atas sistem. Perubahan zaman tentunya juga akan merubah paradigma seseorang. Begitu juga dengan kaum muda, mereka tentunya memiliki tawaran dalam berfikir yang lebih luas sesuai dengan zamannya. Kita tidak bisa memaksakan paradigma lama dipakai pada zaman milenial seperti saat ini.

Selain dijadikan sebagai indikator tingkat kedewasaan, usia juga dijadikan sebagai salah satu indikator untuk penyaringan proses rekrutmen di beberapa perusahaan. Tidak sedikit yang kita lihat, dimana pemostingan lowongan kerja yang ada saat ini selalu menyajikan persyaratan usia. Contoh misal, untuk level Manager harus berusia 45th Up. Padahal usia-usia seperti itu merupakan usia yang terbilang akan mendekati tidak produktif, dan tentunya akan sangat beresiko sekali jika harus dipaksakan untuk menghirenya. Namun kenyataan berkata lain, yang muda lah yang termaljinalkan. Sehinga tidak sedikit di beberapa perusahaan yang mengalami penurunan produktifitas.

Sebenarnya apa yang salah dengan usia muda?. bukankah usia muda merupakan usia produktif, dan selalu menawarkan perubahan progres. Atau yang muda masih dianggap belum mampu?, jika tidak pernah diberikan kesempatan untk menunjukkan kemampuannya, lalu kapan mereka akan mendapatkan legalitas kemampuannya. Akan sangat penting bagi kita untuk memberikan kesempatan kepada yang muda untuk berbicara. Karena dengan begitu, kita akan lebih mengetahui sejauh mana kemampuan yang mereka miliki untuk kepentingan bersama.

Kesempatan untuk meng-show up kemampuan tentunya akan menjadi moment penting bagi yang muda untuk menunjukkan bahwa mereka mampu atau bahkan lebih mampu dari seniornya. Padahal potensi demografi yang didominasi oleh penduduk berusia muda yang berperan sebagai sumber tenaga kerja produktif dapat menggerakkan perekonomian Indonesia lebih agresif lagi. Oleh karena itu, akan sangat penting sekali untuk memberikan kesempatan kepada yang muda untuk menunjukkan kemampuan yang mereka meiliki untuk kepentingan bersama. Agar apa yang menjadi kehawatiran terhadap ketidak mampuan yang muda selama ini bisa terbantahkan. Berikan kesempatan kepada mereka, dan yang lebih senior cukup melihat saja manufer improvement yang muda demi kemajuan bersama.

0 komentar