Tradisi Makan Bersama Ala Santri


Dunia Pesantren

Memiliki keunikan tersendiri dalam menjalani kehidupan. Baik kehidupan bersosial (Hablum Minannas) ataupun beragama (Hamblum Minalloh). Dunia pesantren merupakan dunia yang beragam, karena umumnya santri-santri datang dari berbagai macam wilayah dari kota maupun desa, dengan bermacam-macam watak, dari yang berwatak lembut sampai dengan yang berwatak kasar berkumpul menjadi satu.

Didalam menjalani rutinitas kepesantrenan, selain mendalami ilmu agama seperti Muthala'ah dan Wirid, para santri juga menyelingi rutinitas mereka dengan berkumpul dan bercanda tawa bersama. Selain itu, ada juga kebiasaan unik yang sudah menjadi tradisi di pesantren, yaitu tradisi makan bersama atau istilah pesantrennya polo'an (tergantung daerahnya masing-masing). Tradisi ini, biasanya terlihat pada hari libur pesantren atau ketika ada keluarga santri yang datang menjenguk anaknya.

Tradisi makan bersama ala santri ini biasa dilakukan dengan menu seadanya seperti nasi dengan sambel terong dan kerupuk. Tidak hanya itu, nampan tempat nasinya pun cukup dengan menggunakan daun pisang saja. Meskipun semua serba sederhana, namu para santri tetap makan dengan lahap sampai-sampai tidak ada makanan yang tersisa. Kenikmatan yang mereka rasakan bukan dari menu makanannya, melainkan kenikamatan dari rasa kebersamaannya.

Makna dan manfaat tradisi makan bersama ala santri

Meskipun hanya terlihat kumpul bersama, namun sebenarnya terdapat makna yang mendalam dari tradisi makan bersama ala santri ini. Diantaranya adalah:

1. Membangkitkan kebhinnekaan

Makan bersama ala santri mengajarkan mereka untuk mencintai kerukunan dan saling berbagi antar sesama. Mengingat mereka tidak hanya datang dari satu daerah saja, melainkan dari berbagai macam daerah dan watak yang berbeda. Oleh karena itu, jarang bahkan tidak pernah kita mendengar ada berita tentang tawuran antar santri.

2. Kesadaran hidup sederhana

Penyajian menu makan yang tidak pilih-pilih atau makan seadanya, mengajarkan mereka untuk selalu menjalani hidup dengan kesederhanaan. Karena ketenangan dan kebahagiaan hidup berawal dari kesederhaan hidup. Dengan kesederhanaan kita akan lebih mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan kita sendiri. Dan sejatinya, kesederhanaan bukan tanda-tanda kemiskinan, melainkan tanda kesiapan untuk merasakan kekayaan hidup.

3. Melepas kepenatan rutinitas

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa rutinitas santri sangatlah kompleks, dari belajar mendalami ilmu agama sampai dengan pembelajaran ilmu umum. Dengan tradisi makan bersama ini, para santri bisa berkumpul dan bercanda bersama pasca makan untuk menghilangkan penatnya rutinitas sehari-hari.

Begitulah makna yang tersirat dari tradisi makan bersama ala santri yang penuh dengan kesederhanaa dan kebersamaan. Hal semacam ini tentunya sangat perlu sekali kita tiru agar kita bisa menjalani hidup ini dengan penuh kebahagiaan dan saling menghargai satu sama lainnya.

0 komentar