Arah Kiblat Manusia Modern

Budaya Asing

Perjalanan hidup

telah merubah paradigma berfikir manusia. Dari yang dulunya sesuatu yang dianggap tabu, sekarang menjadi trend yang akan mengkerdilkan pergaulan jika dilewatkan. Jadi, perjalanan waktu atau perubahan zaman tidak hanya menjamah pada bentuk fisik manusia saja, seperti yang dulunya hanya anak kecil yang selalu berteduh di bawah payung kasih sayang orang tua, sekarang telah menjadi orang yang mungkin akan memayungi keturunannya. Perubahan yang dialami oleh manusia, melainkan juga telah merubah cara berfikir dan berperilaku manusia pada saat ini. Namun, sebelum kita membahas perubahan berfikir dan berperilaku manusia. Ada baiknya kita bahas terlebih dahulu, apa itu perubahan?.

Perubahan sendiri lebih banyak mengacu pada hal atau keadaan, dan bentuk. Dari keadaan tenang menjadi gemuruh, dari kecil menjadi besar. Semua itu disebut perubahan. Perjalan hidup manusia dari titik sebelumnya sampai pada saat sekarang ini adalah proses perubahan. Dan setiap perubahan pasti akan ada dampak setelahnya. Seperti perubahan zaman seperti saat ini, dampaknya adalah telah merubah cara berfikir dan berperilaku manusia. Dan dalam perjalanan perubahan tersebut terdapat indikator pe-ngubah, seperti budaya baru, informasi, dan banyak lagi lainnya.

Budaya Asing

Seperti yang kita ketahui bersama, masyarakat kita saat ini telah sering dicekoki dengan budaya asing. Baik dari fashion, life style, bahkan sampai pada perilaku. Dan itu semua sedikit demi sedikit telah menggeser budaya lokal atau biasa kita sebut dengan budaya nenek moyang. Perilaku menyimpang yang dulu kita anggap tabu, sekarang seakan sudah menjadi hal yang biasa dikalangan masyarakat pada umumnya. Selain itu, masih ada banyak perilaku yang mungkin kita sebut menyimpang jika kita melihatnya dari kacamata budaya nenek moyang kita dan sosial.

Letak geografis Indonesia juga ikut andil dalam mudahnya arus budaya asing masuk ke Indonesia. Hampir semua etnis mulai dari Asia sampai Eropa ada di Indonesia, karena Indonesia terkenal dengan keragamannya. Budaya asing yang masuk ke Indonesia, akibat era globalisasi yang turut serta merubah perilaku dan cara berfikir masyarakat kita. Bukan karena kesalahan budaya asing itu sendiri, malainkan karena ketidak siapan masyarakat kita untuk menerima dan beradaptasi dengan budaya asing yang masuk, sehingga meng-kiblatkan diri pada perilaku ke barat-baratan dan membumikan budaya nenek moyang yang notabene sudah menjadi warisan turun temurun di Indonesia.

Pada dasarnya, budaya asing yang banyak masuk ke Indonesia bisa menjadi keuntungan tersendiri jika kita bijak dan mampu untuk menerima dan beradaptasi dengan budaya asing itu sendiri. Salah satu keuntungannya adalah dari pengetahuan Tekhnologi. Seperti yang kita ketahui bahwa, masyarakat kita hanya menjadi konsumen untuk alat-alat tekhnologi semisal handphone dan alat elektronik lainnya. Jika kita mampu beradaptasi dengan budaya asing yang masuk, bukan tidak lagi kita bisa berubah ke arah yang lebih positif, yaitu dengan menjadi produsen, bukan lagi konsumen.

Masyarakat Indonesia sejatinya memiliki kemampuan yang sama bahkan di atas warga asing. Hanya saja, seperti yang kita utarakan di atas. Dimana masyarakat kita belum siap menerima budaya asing yang masuk ke Indonesia. Sehingga dari ketidak siapan tersebut, masyarakat kita belum bisa menyeimbangi derasnya budaya asing, dan finally masyarakat kita berperilaku ke-barat-baratan yang justru oleh orang asing sendiri dianggap aneh. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan budaya asing yang masuk ke Indonesia semaksimal mungkin. Artinya, kita harus siap menampung semua budaya asing yang masuk dan mengintegrasikan denga budaya nenek moyang yang telah lama ada. Sehingga memungkinkan untuk memunculkan enovasi baru yang bisa kita banggakan.

0 komentar