Kepuasan Kerja Bukan Hanya Tentang Uang

Kepuasan Kerja

Pengertian Kepuasan Kerja

Merupakan salah satu indikator penting dalam menjalankan sistem manjemen sumber daya manusia dalam lingkup orgaisasi. Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan salah satu aspek psikologis yang mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya,ia akan merasa puas dengan adanya keseimbagan antara kemampuan, keterampilan dan harapannya dengan pekerjaan yang dihadapi.

Kepuasan sebenarnya bersifat subyektif karena merupakan hasil kesimpulan yang didasarkan pada suatu perbandingan mengenai apa yang diterima dengan apa yang menjadi harapan, keinginan, dan fikiran sebagai sesuatu yang dianggapnya pantas atau berhak untuk diterima. Jadi, kepuasan kerja bisa disimpulkan sebagai bentuk konsepsi dari hasil interaksi individu dengan lingkungan kerja yang dihadapi. Dan setiap orang memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan hasil kognitifitas pengamatan terhadap lingkungan kerjanya. Jika semakin sesuai beban pekerjaan dan harapan individu, maka akan semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang dirasakan oleh individu tersebut.

Bayak faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya kepuasan kerja karyawan. Faktor-faktor itu sendiri dalam peranannya memberikan kepuasan kepada karyawan sesuai dengan kondisi pribadi masing-masing karyawan. Diantaranya adalah:

1. Faktor Individual
Faktor ini meliputi usia, Kesehatan, Karakter, dan harapan

2. Faktor Sosial
Faktor sosial meliputi hubungan kekeluargaan, pandangan masyarakat, kesempatan bereaksi, kegiatan perserikatan pekerja, kebebasan berpolitik, dan hubungan kemasyarakatan

3. Faktor Pekerjaan
Faktor pekerjaan meliputi upah, pengawasan, ketentraman kerja, kondisi kerja, dan kesempatan untuk maju.

Dari beberapa faktor di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa kepuasan kerja tidak melulu tentang uang atau finasial saja. Melainkan juga tentang kenyamanan berinteraksi dengan lingkungan kerja seperti teman kerja, atasan, dan juga bawahan. Implementasi sistem kekeluargaan dalam dunia kerja dengan cara memperhatikan kesehatan karyawan, menjaga hubungan baik antara bawahan dan atasan, tidak saling tuding disaat menghadapi masalah dalam team, dan banyak perilaku kekeluargaan lainnya yang perlu diterapkan, maka bukan tidak mungkin kepuasan itu bisa diperoleh. Karena dengan sistem kekeluargaan, karyawan akan merasa dianggap keberadaannya. Dengan begitu, secara psikologis pekerja atau karyawan akan memiliki rasa tanggung jawab yang besar, sehingga produktivitas kerja juga akan terjaga.

Dengan adanya produktivitas yang tinggi, maka karyawan akan memperoleh apa yang menjadi harapan lainnya dari indikator kepuasan tersebut, yaitu finansial atau gaji. Semakin tinggi produktivitas karyawan, tentunya akan menghasilkan out put yang banyak yang akan berdampak pada kenaikan gaji, promosi, bonus dan bentuk finansial lainnya yang juga merupakan faktor munculnya kepuasaan kerja.

Jadi akan sangat penting bagi penggerak sistem managemen sumber daya manusia untuk menerapkan sistem kekeluargaan untuk meningkatkan produktivitas karyawannya. Karena jika melulu melihat kepuasan kerja hanya tentang uang, maka kepuasan kerja tidak bisa dirasakan oleh setiap karyawan. Coba kita merujuk pada teori Maslow tentang motivasi, dua diantara lima kebutuhan tersebut adalah keinginan akan rasa aman dan nyaman, dan keinginan untuk dihargai dan menghargai. Dengan memenuhi kebutuhan tersebut dalam dunia kerja, maka bukan tidak mungkin karyawan akan mencapai pada tingkat produktivitas yang tinggi.

0 komentar