CPNS Bukan Ajang Coba-coba

Seleksi CPNS

Terhitung dari bulan Agustus - September 2017

tak ubahnya menjadi ajang uji nasib untuk segenap kalangan masyarakat Indonesia. Kenapa tidak, karena di bulan tersebut pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS), resmi dibuka. Dari yang berstatus pengangguran sampai dengan yang masih berstatus karyawan di perusahaan swasta, berbondong-bondong uji nasib untuk mengikuti seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil.

Terdapat beberapa faktor ketertarikan masyarakat kita untuk mengikuti dan menjadi PNS. Diantaranya adalah:

1. Dorongan dari Orang tua
Orang tua yang back ground pekerjaanya adalah seorang PNS, tidak akan menutup kemungkinan anaknya diharapkan mengikuti jejak orang tuanya tersebut. Selain itu, dari sisi anak, menjadi PNS akan menjadi prioritas pertama jika dirasa kesempatan yang tidak berpotensi.

2. Status Sosial
Dibeberapa daerah terntu, pekerjaan sebagai PNS merupakan pekerjaan yang dapat mengangkat drajat keluarga. Namun hal tersebut tidak bisa kita generalkan, karena tidak semua daerah sama cara pandangnya.

3. Gaji yang Stabil
Standard gaji PNS memang sudah diatur secara berkala, bahkan setelah pensiun pun para PNS akan mendapatkan tunjangan pensiun dari pemerintah.

Namun dari beberapa faktor di atas. Tidak sedikit dari masyarakat kita yang tertarik mengikuti seleksi CPNS, memang karena keinginannya untuk mengabdikan diri kepada negara dengan memberikan kontribusi nyata melalui kemampuan yang dimilikinya. Akan tetapi, tidak jarang pula dari masyarakat kita mengikuti seleksi tersebut karena faktor ketertarikannya disebabkan oleh coba-coba.

Kemudahan yang diberikan oleh pemerintah untuk mengikuti proses seleksi CPNS, adalah merupakan bentuk kepedulian dan selektifitas pemerintah terhadap warga negara Indonesi. Bentuk kepedulian yang dimaksud adalah dengan memberikan kemudahan dalam proses seleksi, maka semua masyarakat diperbolehkan untuk mengikuti proses seleksi tersebut, dan tentunya cara seperti ini juga akan mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Dan bentuk selektifitas pemerintah adalah dengan tahapan proses yang dilakukan dan dari sekian banyaknya pelamar yang mengikuti proses tersebut, maka pemerintah akan melakukan filterisasi untuk mendapatkan kandidat yang tepat untuk mengiringi roda pembangunan bangsa.

Pendaftaran online adalah bentuk kemudahan sistem yang diberikan oleh pemerintah. Dari sistem tersebut, kita bisa mendapatkan form pendaftaran yang perlu kita isi sesuai dengan data actual. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan informasi kelengkapan berkas apa saja yang perlu dipersiapkan. Setelah form dan kelengkapan berkas terkumpul, maka akan segera dilakukan pengiriman berkas ke BKD atau BKPP daerah tempat diselenggarakannya seleksi, melalui jasa kantor pos.

Dari kemudah-kemudahan di atas, akan sangat penting bagi kita untuk terlebih dulu menggali potensi kita masing-masing [baca juga : Sukses Dengan Potensi]. Agar keterlibatan kita dalam mengikuti proses seleksi CPNS ini bukan hanya karena ajang coba-coba. Dengan kita mengetahui potensi diri kita, maka kita akan lebih mudah menentukan bidang pekerjaan apa yang harus kita pilih. Sehingga kemungkinan lolosnya akan lebih besar, karena pastinya kita akan lebih mudah dalam mengerjakan soal-soalnya. Jika kita melakukan pekerjaan sesuai dengan potensi yang kita miliki, maka pekerjaan seberat apapun akan sangat mudah kita selesaikan. Beda halnya jika karena ajang coba-coba, bidang pekerjaan yang kita pilih tidak sama dengan potensi kita. Maka bukan tidak mungkin kita akan mengalami kesulitan dalam penyelesaian tugas yang kita hadapi. Itulah pentingnya untuk menggali potensi diri kita terlebih dahulu sebelum nekad untuk mengikuti seleksi CPNS yang diberikan oleh pemerintah.

GOOD LUCK for us.....

0 komentar