Mitos Tanpa Mudharat


Masyarakat Indonesia sepertinya tidak bisa lepas dari perilaku yang diwariskan turun temurun oleh orang-orang terdahulunya. Warisan tersebut biasa kita kenal dengan istilah mitos. Hal tersebut dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang melakukan perilaku yang mungkin tidak ada teori ilmiah sebagai dasarnya. Contoh salah satu perilaku mitos yang masih dipercaya oleh masyarakat adalah membuang popok bayi tidak boleh di sembarang tempat, apalagi tempat sampah.

Mitosnya, membuang popok bayi di tempat sampah hanya akan menyebabkan bayi gampang rewel dan sering sakit-sakitan (sekali lagi, jangan tanya teori ilmiahnya ya..!). Menurut mitos yang mereka percayai, membuang popok bayi di sungai adalah keputusan yang tepat, dengan maksud agar bayi bisa merasakan kesejukan, mengingat air sifatnya adalah sejuk dan dingin. Oleh karena itu, kepercayaan yang turun temurun tersebut masih tetap dilakukan oleh sebagian banyak masyarakat karena mitos tersebut sudah mengakar di alam bawah sadar mereka.

Sejatinya, melestarikan warisan nenek moyang tidak ada salahnya, bahkan bisa dibilang bagus karena melestarikan budaya terdahulu. Namun perlu dipahami juga dampak mudharatnya terhadap lingkungan sekitar. Membiasakan diri membuang sampah di sungai hanya akan berdampak fatal bagi masyarakat pada umumnya. Karena, semakin banyak tumpukan sampah yang dibuang di sungai, maka aliran sungai akan terhambat sehingga irigasi tidak akan berjalan maksimal. Finalnya, banjir akan menjadi bencana di daerah tersebut. Sebagaimana salah satu gambar sungai di bawah ini.

Di Indonesia sendiri terdapat dua musim, dimana salah satunya adalah musim hujan. Jika sudah masuk pada musim hujan, maka fungsi sungai akan sangat penting sekali, karena sungai mampu menahan debit air hujan yang turun ke tanah. Secara umum, sungai merupakan sekumpulan air yang mengalir dari dataran tinggi menuju ke dataran rendah yaitu lautan. Jika sungai sudah tidak bisa lagi difungsikan sabagai tempat untuk mengalirkan air hingga sampai ke dataran rendah. Maka, bukan tidak mungkin lagi daerah yang aliran sungainya tidak bagus atau tersumbat karena tumpukan sampah termasuk popok bayi, akan mengalami banjir.

Selain itu, membuang popok bayi tidak hanya akan menyebabkan banjir dimana-mana. Tetapi juga dapat mencemari air sungai. Di dalam popok bayi terdapat partikel plastic yang tentunya akan sangat berbahaya sekali jika sampai masuk ke dalam tubuh manusia. Dimana partikel plastic tersebut dapat memicu tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh manusia. Selain kandungan partikel plastik, popok bayi yang dibuang di sungai juga tentunya masih menyisakan pipis dan tinja bayi. Kandungan-kandungan tersebut akan sangat berbahaya sakali jika masuk kedalam tubuh manusia.

Di beberapa daerah di Indonesia, aktifitas orang-orang masih dilakukan di sungai seperti mandi, mencuci baju, bahkan mencuci peralatan dapur dan beras juga di sungai. Jadi, akan sangat berbahaya sekali jika sebagian aktifitas tersebut dilakukan di sungai-sungai yang dijadikan tempat pembuangan popok bayi. Oleh karena itu, akan sangat penting sekali untuk mengetahui terlebih dahulu kemudharatan dari mitos yang diwariskan oleh orang-orang tua terdahulu, terhadap kemaslahatan manusia. Jika dirasa mitos yang dipercaya tersebut lebih banyak mengandung kemudharatan, akan lebih bijaknya untuk tidak menerapkan mitos tersebut dikehidupan kita sehari-hari, agar lingkungan dimana kita tinggal bisa aman dan tentram, bebas dari kandungan beracun yang mencemari sungai. Namun jika mitos yang dipercaya mengandung kemaslahatan bagi sebagian banyak orang, maka tidak ada salahnya bagi kita untuk menjalankan hal tersebut. So, be smart to be right people…..

2 komentar

  1. itu related post kok di dalam artikel, menurur saya itu mengganggu search engine mennelusuri link pokok artikelas, itu menurut saya pribadi.�� salam blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitu ya om...??. Thanks ya om sudah berkenan memberikan saran... coba nanti saya otak Atik lagi om....

      Delete