Pentingnya Manajemen Risiko dalam Dunia Kerja

Manajemen Risiko dalam Dunia Kerja

Perlindungan pekerja dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja merupakan amanat dari Undang-undang Dasar 1945, yaitu untuk memberikan jaminan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Selain itu perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja tidak dapat dilepaskan dari tujuan nasional yaitu memberikan kesejahtraan bagi seluruh rakyat Indonesia yang dapat diwujudkan apabila pekerja dan dunia usaha melakukan kegiatan produksi dalam lingkungan kerja yang sehat dan aman.

Kemajuan teknologi dan tekanan persaingan dalam dunia usaha memberikan perubahan yang cepat pada kondisi, proses kerja, serta organisasi perusahaan. Peraturan perundang-undangan merupakan hal yang mendasar, namun tidak cukup cepat dalam mengantisipasi dan mengikuti perubahan yang terjadi, termasuk dalam mengantisipasi risiko di lingkungan kerja yang sangat dinamis seperti saat ini.

Tidak ada yang mempertentangkan antara keselamatan dan kesehatan kerja dengan profitabilitas usaha. Kegiatan usaha yang dikelola dengan aman dan sehat akan memberikan peningkatan produktivitas dan keuntungan usaha. Konsekuensi dari terjadinya suatu kecelakaan kerja adalah pekerja dan keluarganya akan secara langsung menjadi korban, pengusaha juga menjadi korban karena hilangnya peluang bisnis dan keuntungan. Biaya yang mahal harus ditanggung oleh suatu usaha jika terjadi kematian, cedera ataupun penyakit akibat kerja. Belum lagi jika terjadi kecelakaan yang fatal (yang mengakibatkan kematian pada pekerja), dampak sangat serius harus diderita hingga ke line bisnis paling bawah dan rusaknya reputasi usaha. Tentunya, konsekuensi tersebut patut dihindarkan baik oleh penggerak usaha dan juga pekerja sendiri. Mengingat dampak kerugian yang akan diterima oleh kedua belah pihak sangat besar sekali. 

Globalisasi ekonomi telah memperkenalkan metode kerja dalam memproduksi suatu barang dan jasa melalui sistim outsourcing, subkontraktor, chain system dan lain lain. Untuk menjamin K3 dituntut tersedianya suatu persyaratan standar yang implementatif di semua titik proses produksi. Pada beberapa perusahaan-perusahaan multinasional telah menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prasyarat standar, ini berarti, bahwa perusahaan yang akan berhubungan bisnis dengan perusahaan tersebut pun dipersyaratkan telah melaksanakan K3. Agar kemitraannya berjalan sinergi untuk kedepannya. 

Kemampuan yang mumpuni dalam manajemen risiko menjadi salah satu kunci dalam mensikapi perubahan global yang sangat cepat tersebut, ketika efektifitas dan efisiensi menjadi salah satu faktor penentu dalam persaingan yang ketat. Asesmen risiko sebagai salah satu elemen dari manejemen risiko memainkan peran yang sangat vital dalam proses pengambilan keputusan dalam menentukan strategi penanganan setiap risiko yang ada dalam dunia usaha.

Dengan mengimplementasikan manajemen risiko (risk management) secara efektif akan memungkinkan suatu organisasi untuk antara lain:
1. Meningkatkan peluang tercapainya tujuan-tujuan organisasi yang sudah ditetapkan
2. Memacu pengelolaan organisasi secara proaktif
3. Sadar akan pentingnya mengidentifikasi dan mengelola risiko di semua lini organisasi
4. Sesuai dengan persyaratan dan aturan legal yang sudah disahkan oleh pemerintah
5. Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan
6. Meningkatkan kepercayaan dan keyakinan dari pemangku kepentingan
7. Membangun dasar yang dapat diandalkan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan
8. Meningkatkan kualitas pengawasan
9. Mengalokasikan dan menggunakan sumber daya secara efektif dalam mengendalikan risiko
10. Meningkatkan performa perlindungan K3 dan lingkungan
11. Meningkatkan pengelolaan pencegahan kerugian dan insiden
12. Meningkatkan ketahanan pada gangguan

Tentunya dengan penerapan manajemen risiko, banyak sekali keuntungan yang akan diperoleh baik oleh pengusaha terlebih juga oleh pekerja. Pengusaha akan mendapatkan incom lebih jika dari pekerjanya bisa terjamin kesehatan serta keselamatannya. Dan perlu diketahui juga bahwa, keselamatan dan kesehatan kerja ini merupakan salah satu faktor kepuasan kerja. Maka bukan tidak mungkin proses produksi akan bertambah, jika pekerjanya merasa terpuaskan. Kepuasan yang dirasa oleh pekerja akan berdampak meningkatnya profit perusahaan.

0 komentar