5 Cara Pindah Kerja yang Baik

5 Cara Pindah Kerja

Dalam perjalan hidup, ada kalanya kita harus pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Mungkin pindah rumah. Pindah Sekolah. Atau, pindah tempat kerja. Urusan rumah atau sekolah, biasanya tidak terlampau menjadi masalah. Karena kita tentu memilih rumah tinggal baru yang lebih menyenangkan, sementara rumah yang ditinggalkan pun tidak akan mengajukan keberatan apa-apa. Sekolah? Juga sama.

Tetapi pindah ke perusahaan lain, urusannya tidaklah sesederhana itu. Alasan berpindah, bisa bermacam-macam. Ada yang karena penawaran yang lebih baik. Karena kenaikan jabatan. Atau karena sudah tidak betah lagi bekerja di tempat yang sekarang. Kira-kira, alasan mana yang paling banyak ya? Apapun alasannya, jika pindah pekerjaan; sebaiknya kita lakukan secara baik-baik.

Sekitar tahun 1999 salah seorang teman di kantor saya pindah ke perusahaan lain. Dua tahun kemudian, perusahaan kami mengakuisisi perusahaan itu. Maka sekarang, status kepegawaiannya kembali sebagai karyawan di perusahaan yang ditinggalkannya 2 tahun yang lalu. Bayangkan; bagaimana seandainya teman saya itu dulu keluar dari perusahan kami secara emosional hingga meninggalkan kesan buruk bagi managemen. Tentu dia akan menuai buah yang pahit. Untungnya, dia keluar dengan cara yang baik. Maka ketika perusahaannya diakusisi, dia seperti keluarga yang pergi jauh lalu kembali lagi ke rumah.

Inilah salah satu contoh, bagaimana seseorang bisa mendapatkan konsekuensi yang baik dari kepindahan dengan cara baik-baik. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar cara kepindahan yang baik, saya ajak memulainya dengan memahami dan menerapkan 5 sudut pandang Natural Intelligence (NatIn™), berikut ini:

1. Pindahlah dengan alasan yang positif. Apa alasan Anda pindah kerja? Ini penting sekali. Bukan jenis alasannya yang penting, melainkan kualitas dari alasan itu. Apapun alasannya, jika itu positif maka proses perpindahan Anda akan jauh lebih sehat dibandingkan jika Anda pindah karena sakit hati, kesal, muak, atau alasan-alasan negatif lainnya.

Pekerjaan kan bukanlah sesuatu yang bisa kita jalani hanya satu atau 2 hari. Kontrak kerja yang kita tandatangani bisa mengandung konsekuensi bertahun-tahun dimana setiap hari, waktu kita terikat disitu. Dan ditempat yang baru, tidak ada jaminan kita bakal terbebas dari masalah seperti ditempat kerja sebelumnya. Maka, memastikan alasan kepindahan yang positif bisa memperbesar peluang kita bekerja di tempat baru dengan tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Jika tidak, bakal berulang lagi masalahnya.

2. Buang jauh-jauh sikap arogan. Kalau sudah mendapatkan tempat kerja baru, tidak jarang seseorang menunjukkan sikap arogan. Apalagi kalau disana gajinya lebih besar. Jabatannya lebih tinggi. Rasanya ingin sekali mengatakan; “lihat nih, ditempat lain gue lebih dihargai daripada disini!” Padahal, tidak perlu begitu-begitu amat kaleee…

Seperti halnya kita yang mudah kehilangan simpati kepada orang-orang yang arogan, maka teman-teman kita juga sama tidak sukanya pada sikap arogan kita. Mereka justru akan lebih respek jika kita yang berhasil mendapatkan tempat lebih baik ini bersikap lebih santun dan empatik. Lagi pula, kita ini belum tentu lulus probation 3 bulan pertama lho. Jadi, ya tetap jaga sikap sajalah, Brow….

3. Musnahkan kekesalan kepada siapapun. Ada kalanya kepindahan itu dilatarbelakangi oleh kekesalan kepada seseorang. Biasanya sih kepada atasan. Kecenderungannya, orang jadi besar kepala ketika sudah mendapatkan tempat kerja baru lalu secara tidak langsung menunjukkan kepada atasan buruknya; ‘tanpa elu gue bisa lebih maju!” Meskipun tidak terucap secara lisan, namun hal itu tercermin dalam perilaku dan aura yang disebarkannya ketika perpisahan.

Bagaimana seandainya atasan menyebalkan yang Anda benci ditempat kerja lama, juga pindah ke tempat kerja baru Anda 3 bulan kemudian?. Dan dia menjadi atasan Anda lagi? Matenglah kau. “Ah, tak mungkin itu!”. Baiklah. Tapi apakah Anda yakin jika ditempat kerja baru Anda tidak bertemu dengan atasan yang kelakuannya sama seperti beliau? Sudahlah, abaikan keburukan atasan Anda. Lalu pindahlah sambil menebarkan aura perdamaian.

4. Tinggalkan kesan positif dimata teman. Pekerjaan bukanlah semata-mata soal uang. Itu juga soal pertemanan. Setelah sekian tahun berinteraksi dengan teman, kelihatannya mereka sudah hampir menjadi mitra yang saling memahami. Tentu Anda punya kenangan indah dengan mereka. Jika tidak, kemungkinan Anda bukan teman yang baik buat mereka. Kan Anda bukan tipe teman seperti itu. Makanya, pastikan Anda meninggalkan kesan positif dimata teman-teman.

Karena pekerjaan sifatnya sementara, sedangkan persahabatan berlaku sepanjang masa. Apalagi jika Anda pindah ke kompetitor atau perusahaan di industri yang sama. Dunia ini kecil, Brow…. Mungkin kita akan bertemu dengan orang yang itu-itu juga. Kalau kita meninggalkan kesan positif itu, mereka akan memandang kita baik; bahkan sekalipun sekarang kita bersaing di pasar.

5. Berikan terimakasih tulus pada perusahaan. Ada juga orang yang lupa bahwa perusahaan telah memberikan banyak hal kepada dirinya. Perusahaan telah menerimanya ketika dia masih culun beberapa tahun lalu. Kemudian dididik, dilatih, dikembangkan sehingga menjadi pegawai terampil. Bahkan naik jabatan pula. Tapi, orang ini tidak melihat semua itu sebagai kebaikan perusahaan.

Makanya, waktu pindah pun dia sama sekali tidak memandang lagi kebaikan perusahaan. Padahal, jika waktu dia yang masih culun itu tidak diterima disini; dia belum tentu bisa menjadi sesukses saat ini. Tidak usah begitulah, Brow… Mari secara lapang dada mengakui bahwa semua pencapaian ini bisa kita raih sedikit banyaknya atas fasilitas dan peluang yang diberikan perusahaan. Wajar jika berterimakasih secara tulus atas semua yang pernah kita dapatkan disini.

Pindahlah, jika Anda memang harus pindah. Tapi juga perlu disadari bahwa kita tidak pernah benar-benar tahu apakah tempat baru kita itu lebih baik dari tempat yang kita tinggalkan atau tidak. Boleh jadi, kita menghadapi situasi yang lebih buruk. Sama buruk. Atau mungkin lebih baik. Yang jelas; segalanya sangat mungkin.

2 komentar

  1. terimaksih ms brow articelnya sangatvbermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mas, Alhamdulillah bisa bermanfaat buat orang lain... 🤗👌

      Delete