Cara Menghadapi Atasan yang Tidak Memiliki Tanggung Jawab

Akar Info - Cara Menghadapi Atasan yang Tidak Memiliki Tanggung Jawab

Kita sebagai karyawan tentunya ingin meyelesaikan tanggung jawab pekerjaan dengan tenang tanpa ada paksaan sedikit pun. Baik paksaan yang bersifat internal atau pun eksternal. Namun terkadang ekspektasi tidak berbanding lurus dengan kenyataan. Dimana setiap proses yang kita lalui untuk menyelesaikan tugas pekerjaan harus terganggu dengan perasaan terpaksa. Hal tersebut, bukan tanpa sebab. Bisa jadi keterpaksaan itu datang karena kinerja sang atasan yang kurang memiliki kesadaran akan tanggung jawab dan memiliki kapasitas yang terbilang rendah. Contoh misal keterpaksaan yang disebabkan oleh factor eksternal, seperti pekerjaan yang merupakan jobdesc atasan, terpaksa dikerjaan oleh bawahan karena atasan sering tidak masuk bekerja atau sering tidak ada di tempat dengan alasan sibuk mengerjakan pekerjaan lainnya yang notabene pekerjaan tersebut tidak memiliki tingkat resiko yang tinggi, padahal tujuannya hanya untuk menghindari tanggung jawab dan pekerjaan yang dirasanya sulit. Dan contoh internalnya adalah perasaan tidak terima harus mengerjakan pekerjaan atasan sedangkan gaji dari tahun ke tahun tetap segitu saja tidak ada perubahan. Hal-hal semacam ini tentunya akan membuat kita tidak nyaman dalam menyelesaikan setiap tugas yang kita terima.

Lantas bagaimana cara menghadapi atasan dengan kinerja seperti yang tersebut di atas. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan coba membahas cara menghadapi atasan yang tidak memiliki kesadaran akan tanggung jawab. Dan cara-cara yang akan kita paparkan di artikel kali ini merupakan action yang sudah pernah dilakukan oleh beberapa karyawan dengan status sebagai bawahan yang memiliki atasan yang terbilang tidak memiliki tanggung jawab penuh terhadap pekerjaanya. Adapun cara yang dimaksud adalah:

1. Jangan sering menunjukkan kemampuan kita

Keseringan kita menunjukkan kemampuan kita dalam menyelesaikan tugas, akan menempatkan atasan kita pada posisi yang menguntungkan. Kenapa tidak, kemampuan kita dalam menyelesaikan tugas khususnya tugas yang menjadi tanggung jawab atasan, akan menjadikan atasan akan terbiasa meninggalkan apa yang menjadi tugasnya karena merasa sudah ada yang mampu mengcover pekerjaannya. Memang menunjukkan kemampuan itu merupakan point plus bagi seorang karyawan. Namun jika kemampuan kita tidak dapat di”jual”, buat apa repot-repot nunjukkin kemampuan.

2. Cobalah untuk tetap telihat sibuk

Dengan membiasakan diri untuk tetap terlihat sibuk, tentu akan membuat atasan berpikir panjang sebelum meminta kita untuk mengerjakan tugasnya. Cara ini cukup jitu, karena selain membuat atasan berfikir dua kali, kita juga punya alasan kuat dan jelas untuk menolak mengerjakan pekerjaan yang bukan menjadi tugas kita.

3. Memperbanyak data laporan yang diserahkan

Dengan cara memperbanyak data laporan yang harus dicheck oleh atasan, akan sedikit mengurangi “hilang”nya atasan di belakang meja kerjanya. Dengan begitu, atasan akan terus standby di meja dan tentunya mau tidak mau dia juga harus menyelesaikan apa yang menjadi pekerjaannya. Namun tetap pada point dua di atas, yaitu teruslah terlihat sibuk agar atasan anda tidak berfikiran untuk menyuruh anda mengerjakan pekerjaannya.

4. Pasang tampang bodoh

Jangan sekali-kali menjawab pertanyaan karyawan lain meskipun anda mempuni untuk menjawab dan menyelesaikan masalah karyawan tersebut. Tetaplah terlihat bodoh, dan serahkan masalah tersebut kepada atasan anda. Karena sekali anda menjawab dan menyelesaikan masalah yang dimaksud. Berarti anda tidak mengindahkan point satu di atas.

Demikianlah informasi perihal cara menghadapi atasan yang tidak memiliki tanggung jawab. Jangan terburu-buru mengambil keputusan resign jika mendapati atasan anda yang kurang capable dan tidak memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaannya. Cukup lakukan beberapa cara yang tersebut di atas. Semoga apa yang menjadi tulidan pada artikel kali ini, dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Dan tetap semangat dalam bekerja….

0 komentar