Mewujudkan Masyarakat Marhamah Dari Konsep Keluarga Sakinah

Akar Info - Mewujudkan Masyarakat Marhamah Dari Konsep Keluarga Sakinah

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang tidak akan mungkin bisa hidup tanpa bersosialisa dengan yang lainnya. Berinteraksi dengan sesama merupakan sifat manusiawi dalam diri manusia dan sudah menjadi kebutuhan primer dalam bermasyarakat. Oleh karena itu, akan sangat penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara berinteraksi atau bersosialisa dengan baik. Karena tidak jarang kita menemukan perselisihan antar sesama di kalangan masyarakat, yang banyak disebabkan oleh ketidak pahaman dalam melakukan interaksi sosial.

Kebutuhan dasar hidup manusia dalam bermasyarakat adalah kedamaian dalam bentuk kasih sayang (marhamah). Artinya, dengan berinteraksi antara satu dengan yang lainnya, yang kita harapkan tidak lain dan tidak bukan adalah munculnya kasih sayang antar sesama manusia. Karena dengan munculnya sifat marhamah dalam berkelompok, maka akan lahir pula masyarakat yang marhamah, tenang, dan damai tanpa ada gesekan-gesekan yang bisa merusak persaudaraan dalam bermasyarakat. Lantas bagaimana cara berinteraksi yang baik agar terbangun masyarakat yang marhamah?. Pada Tulisan kali ini kita akan membahas cara mewujudkan masyarakat marhamah dari konsep keluarga sakinah.

Di dalam konsep keluarga sakinah, tentunya sudah dibiasakan cara berinteraksi dengan penuh sopan santun dan saling mengerti satu sama lainnya. Karena di dalam keluarga sakinah selalu mengedepankan keharmonisan dalam berumah tangga [Baca juga: Konsep Keluarga Sakinah Dalam Islam]. Selain itu, keluarga juga merupakan ruang lingkup pembelajaran terkecil dalam bermasyarakat. Mengingat keluarga merupakan lingkungan terkecil yang terdiri dari lebih dari satu orang. Tentunya dengan lebih dari satu orang, interaksi sosial akan terjalin satu dengan yang lainnya. Adapun struktur masyarakat kecil ini biasanya terdiri Ayah, Ibu, dan anak yang setiap harinya akan melakukan interaksi sosial.

Interaksi yang dilakukan dalam keluarga sakinah selalu mengikuti tatanan dan norma yang ada, baik itu verbal maupun lisan. Contoh misal, seorang anak yang berbicara pelan, santun dan selalu menghormati orang tuanya, dan orang tua yang mendidik anak-anaknya penuh dengan kasih sayang dan tidak memaksakan kehendak pribadinya. Selain itu, jika mendapati masalah di dalam keluarga sakinah, maka akan selalu diselesaikan dalam musyawarah untuk mufakat. Dan itu semua merupakan pembelajaran untuk anak-anak sebelum terjun langsung kelingkup masyarakat yang lebih luas. Dengan membiasakan diri dengan perilaku yang baik, maka bukan tidak mungkin lagi setelah terjun ke lingkungan masyarakat yang lebih luas. Segala ragam masalah yang muncul di masyarakat, akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat. Agar keharmonisan dalam bermasyarakat tetap terjaga, dan masyarakat marhamah akan dapat terwujud.

Oleh karena itu, penting adanya bagi kita untuk membangun keluarga sakinah demi untuk memberikan pembelajaran kepada anak-anak kita tentang norma-norma yang baik dalam melakukan interaksi sosial sebelum mereka turun langsung ke lingkungan yang lebih luas, yaitu masyarakat. Dengan memberikan pembelajaran tentang keharmonisan dalam berinteraksi sejak dini, tentunya mereka akan mengimplementasikannya nanti setelah mereka mesuk ke dalam interaksi sosial yang lebih luas. Karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa untuk menyatukan dua kepala akan terasa sulit, apalagi beberapa kepala, tentunya butuh kedamaian dan ketenangan hati untuk menghadapinya. Dan itu semua bisa di dapat dari pembelajaran yang diberikan oleh konsep keluarga sakinah.

Demikianlah informasi tetang mewujudkan masyarakat marhamah dari konsep keluarga sakinah. Semoga apa yang menjadi isi dari tulisan artikel ini, dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Sehingga kita mampu menjadi pribadi yang santun dalam melakukan interkasi sosial dengan sesame. Baik dengan keluarga atau pun tetangga.

0 komentar