Nasib Anak Jalanan di Tangan Pemerintah dan Masyarakat

Akar Info - Nasib Anak Jalanan di Tangan Pemerintah dan Masyarakat

Anak jalanan merupakan sosok yang notabene sering menjadi target ketidak pedulian banyak orang, yang mungkin kita juga termasuk dari sebagian orang tersebut. Tampang dekil, tanpa mempedulikan penampilan berperan utama dalam menyumbang alasan untuk memarjinalkan keberadaan mereka disekitar kita. Bahkan, mungkin juga menganggap mereka tidak ada. Namun disadari atau tidak, keberadaan anak jalanan ini merupakan tanggung jawab Pemerintah dan juga masyarakat. Artinya, Keberadaan mereka juga merupakan bagian dari kita yang seharusnya juga mendapatkan tempat yang laiak untuk kita perhatikan, bukan malah sebaliknya. Pemerintah berkewajiban untuk memberikan tempat dan pendidikan yang laiak untuk mereka. Begitu juga dengan masyarakat banyak, memiliki kewajiban untuk menerima keberadaan mereka.

Memang tidak jarang pula, selain tampang dekil dan tidak terawat. Baju kriminalit*s pun juga melekat pada diri mereka. Hal itu tentunya tidak dapat dipungkiri. Kerasnya hidup di jalanan dan pergaulan yang tidak terkendali, mampu mendorong mereka untuk melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum. Oleh karena itu, disitulah peran Pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan, guna untuk memberikan bimbingan dan perhatian kepada mereka. Sehingga tindakan-tindakan yang melawan hukum tersebut bisa dihindari. Sebagaimana salah satu program yang sedang dicanangkan oleh Menteri Sosial, Ibu Khofifah, yaitu Gerakan Sosial Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan. Program tersebut bukan tanpa alasan. Program tersebut dicanangkan karena juga mempertimbangkan perkembangan sosial dan keselamatan anak jalanan. Mengingat kehidupan jalanan syarat dengan kekerasan, gangguan kesehatan, dan masa depan yang tidak jelas.

Pada dasarnya tidak ada orang yang ingin menjalani hidup dengan menghabiskan waktunya berpanas-panasan di jalanan, termasuk juga mereka kaum yang dimarjinalkan. Yang harus melawan kerasnya hidup di jalanan hanya untuk tetap bertahan hidup. Sejatinya mereka hanyalah korban dari minimnya kesadaran akan tanggung jawab dari orang tua. Karena tidak sedikit dari mereka berasal dari keluarga yang kedua orang tuanya memilih untuk pisah tanpa mempertimbangkan masa depan anak-anaknya. Sehingga mereka kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dan menuntut mereka harus turun kejalanan hanya untuk tetap bertahan hidup.

Dengan adanya campur tangan Pemerintah dan masyarakat. Tentunya akan dapat membantu mereka dalam menunjukkan kreatifitas yang mereka miliki. Karena sejatinya, dibalik tampang dekil dan garang mereka, juga tersimpan kreatifitas dalam diri mereka. Hal itu bisa kita lihat pada saat kita menaiki kendaraan umum saat bepergian, kita akan menemukan anak-anak jalanan yang ngamen dengan membawakan lagu karangan mereka sendiri. Yang mana untuk mengarang satu lagu saja sulitnya minta ampun jika tanpa kreatifitas dalam diri kita.

Campur tangan pemerintah dan masyarakat akan mampu mengembangkan kompetensi dan kreatifitas yang mereka miliki. Sudah banyak beberapa contoh, dimana musisi terkenal Indonesia ada yang berasal dari kaum yang pernah dimarjinalkan. Dan mereka pun bisa menunjukkan ke pada dunia bahwa mereka juga laiak untuk diperhatikan. Oleh karena itu, marilah mulai dari sekarang untuk tidak memandang rendah anak jalanan. Karena dengan didikan dan arahan yang bagus dan tepat, tentu mereka akan tumbuh menjadi orang yang sukses, bahkan bisa lebih sukses dari kita.

Pemerintah sendiri sudah sedikit banyak menjalankan program yang pernah dicanangkan untuk mengurangi angka anak jalanan di Indonesia. Kita sebagai warga Indonesia sepatutnya juga turut serta dalam mengimplementasikan program pemerintah tersebut dengan cara memberikan perhatian dan mengakui keberadaan mereka di sekitar kita. Dengan begitu apa yang menjadi harapan dan tujuan pemerintah akan program tersebut bisa berjalan dengan maksimal.

0 komentar